Sabtu, 18 Mei 2019

Produksi Multimedia/ Pengelolaan Sosial Media

Produksi Multimedia/ Pengelolaan Sosial Media  

 Hasil gambar untuk Produksi Multimedia


TAHAP PRODUKSI MULTIMEDIA

A.      PRE PRODUCTION
         1)     Concept definition (definisi dan Konsep dari produk Multimedia )
misal
Definisi : iklan Televisi Produk Kuku Bima, iklan cetak, iklan radio, dll
Konsep : berhubungan untuk menciptakan Daya Tarik (lucu, Menyedihkan, patriotic, sex dll )
 Eg. Figur mBah Marijan dgn Tagline : “Roso-Roso” //
         2)     Design
Perancangan Awal menerapkan Definisi dan konsep Awal
 biasanya berbentuk “coretan-coretan” dan sketsa
         3)     Production plan (Perencanaan Produksi )
Pengembangan dari Design kedalam Naskah, Storyline, Sinopsis, Storyboard, dll
         4)     Documentation (Pemberkasan)
Pembuatan Proposal Naskah / pengarsipan (berisi : tujuan pembuatan produk, target pengamat/pasar, Perencanaan Produksi, Property yang dibutuhkan, Penghitungan Anggaran dll )
         5)     Assemble team
Pembentukan Tim Ahli dan Property yang tertulis dalam Documentation
Misal : Cameramen, Fotografer, Animator, Talent, dll)
         6)     Building prototype
Membangun prototipe (contoh awal produk sebelum diproduksi)
         7)     Clear right
Penyelesaian dalam hal yang berhubungan dengan per undang-undangan (eg: Ijin Produksi, Pendaftaran Paten/HAKI, dll)
         8)     Client sign-off and funding
Persetujuan dengan Klien/Pemesan beserta Pendanaan.

B.      PRODUCTION
         1)     Content creation (Pembuatan Konten ) : Pembuatan konten sesuai design
Eg: take gambar, pembuatan stok shot animasi, dll
         2)     Content processing (Pemrosesan konten) : Pemrosesan konten yg telah diambil secara analog (non computerized)
Eg : setting tempat, organisasi property/ perlengkapan take gambar
         3)     Software creation ( pembuatan (proses) konten melalui Software(komputer) )
Eg ; Editing, visual FX
         4)     Integration of content and software (Penggabungan seluruh konten dengan diproses dalam software finishing )
Eg : hasil dubbing audio, VFX, ANimasi di render akhir untuk di burning dalam bentuk DVD
         5)     Revise design (Revisi / Peninjauan ulang berdasar pada Perancangan )
dari hasil tahap ke 4 di tinjau ulang dan di analisa ( belum di buat masal)
         6)     Freeze design ( Penyatuan seluruh project yang telah sesuai dengan design )
Apabila hasil analisa dan telah direvisi di satukan menjadi sebuah product “jadi” untuk ditunjukkan terhadap klien
         7)     Revise content and software according to final design
( Revisi/Peninjauan Ulang Konten & software di cocokkan dengan Perancangan Akhir (final Design)
         8)     Build Alpha version ( membangun versi Alfa
Pembuatan contoh awal produk yang dibuat untuk kalangan tertentu
         9)     First testing ( Uji Coba Produk )
      10)     Evaluation ( Evaluasi produk )
      11)     Revise software and content based on evaluation ( Revisi/Peninjauan Ulang Produk berdasar hasil Evaluasi )
      12)     Build Beta version ( membangun versi Beta )
Pada tahap ini produk di buat dgn jumlah lebih banyak tetapi didistribusikan untuk kalangan tertentu  untuk di coba sebelum di distribusikan secara umum)

C.      POST PRODUCTION
         1)     Beta testing (Uji cob Produk Beta oleh kalangan tertentu
         2)     Evaluation (Evaluasi )
         3)     Revise software and content (Peninjauan ulang produk )
         4)     Release Golden Master ( Peluncuran Produk secara Masal untuk Umum )

         5)     Archive all production material ( peng Arsip an semua Materi /bahan mentah dari proses Produksi )



 Proses  produksi  adalah  proses  pelaksanaan  produksi  (syuting)  yang mengacu pada persiapan yang dihasilkandari proses pra produksi. Ada beberapa pihak yang terkait dalam proses produksi, antara lain :
1)  Produser
     Bertanggung  jawab  atas  seluruh  produksi,  dari  mulai  perencanaan,
     penulisan naskah, produksi final dan editing. Juga bertanggung jawab atas
     anggaran,  biaya  produksi  dan  mengorganisir  segala  hal,  termasuk
     operasional  produksi  dan  team.  Untuk  itu  produser  perlu  dibantu  oleh
     sejumlah asisten produser.
2)  Sutradara
     Bertanggung  jawab  atas  hasil  audio  dan  visual  yang  diciptakan,
     mengarahkan  pemain,  mengkoordinir  seluruh  crew  baik  yang  berada  di
     control room maupun di studio floor.  Sutradara  juga harus memperhatikan
     beberapa monitor sekaligus, baik monitor kamera dari sumber video yang
     lain (VTR), dan memilih shot-shot yang akan direkam (on air)
3)  Asisten sutradara
     Membantu  sutradara  dengan  menyiapkan  pemain,  peralatan  dan  bahan
     yang digunakan, juga mengarahkan anggota team produksi lainnya
4)  Asisten produksi
     Bertanggung  jawab  membantu  produser,  sutradara  dan  crew  yang  lain.
     Biasanya bekerja di control room dengan macam-macam catatan, membuat
     perubahan-perubahan yang perlu pada naskah, membagikan naskah pada
     crew, menyiapkan bahan pendukung produksi. Juga sering bekerja di studio
     floor, membisikkan pada pemain dialog yang harus diucapkan apabila lupa.
5)  Direktur teknis
     Bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan menyetel semua peralatan
     yang akan digunakan, agar bisa sinkron. Bertugas mengawasi crew teknis
     dan  peralatan  teknis  lainnya.  Sering  bertindak  sebagai  switcher  yang
     mengoperasikan video mixer.
6) Teknisi audio
     Bertanggung  jawab  pada  bagian  audio,  dengan  menghadapi  peralatan
     mixing, audio mixer dan bermacam-macam sumber audio (microphone, tape,
     recorder).  Mengatur  balance  suara  dari  berbagai  sumber,  juga  mengatur
     penempatan mikrofon.
7)  Direktur tata cahaya
     Bertanggung  jawab  atas  perencanaan  dan  pelaksanaan  tata  cahaya,
     mengatur  penempatan  sumber  cahaya,  mengarahkannya  sehingga
     memperoleh efek yang diinginkan.
8)  Direktur seni
     Bertanggung jawab merencanakan setting dekorasi, mengawasi konstruksi
     set, penataan grafis dan sebagainya.
9)  Juru kamera
     Bertugas  mempersiapkan,  mengatur  kamera  dan  mengoperasikannya,
     sehingga memperoleh gambar dengan komposisi yang baik.
10)  Operator video tape
        Bertanggung  jawab  atas  kualitas  teknik  hasil  rekaman  pada  VCR  (Video
        cassete recorder), sekaligus mengoperasikannya.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat syuting dalam proses produksi, yaitu :
1.  Angle
     Adalah  sudut  pandang  pengambilan  gambar  yang  dapat  dilihat  dari
     viewfinder padasebuah kamera film/video. Dimana pemilihan angel sangat
     berperan penting dalammenciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita
     dalam  membuat  adegan  sesuai  dengan
     script/naskah.
2.  Lighting/Pencahayaan
     Dalam  sebuah  proses  pengambilan  gambar  diperlukan  adanya  aset
     pencahayaan  yangmemadai.  Baik  itu  didapat  dari  sumber  natural  (sinar
     matahari) pada shotingexterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar
     lampu pada shoting interior/dalamruang.
3.  Komposisi
     Merupakan  teknik  pengaturan  posisi  gambar,  ukuran  dan  kedalaman
     ruang,  perspektif  dan  mood  adegan  untuk  menghasilkan  citra  sesuai
     dengan tuntutan script/naskah.
4.  Log/Catatan Syuting
     Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap
     gambar  peradeganyang  sudah  selesai  diambil,  dilengkapi  dengan
     keterangan koordinat waktu(timecode) pada kaset yang digunakan. Proses
     ini akan sangat membantu mempercepatproses pengeditan gambar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar