Produksi Multimedia/ Pengelolaan Sosial Media
TAHAP PRODUKSI MULTIMEDIA
A. PRE PRODUCTION
1) Concept definition (definisi dan
Konsep dari produk Multimedia )
misal
Definisi : iklan Televisi Produk Kuku Bima, iklan
cetak, iklan radio, dll
Konsep : berhubungan
untuk menciptakan Daya Tarik (lucu, Menyedihkan, patriotic, sex dll )
Eg. Figur mBah
Marijan dgn Tagline : “Roso-Roso” //
2) Design
Perancangan Awal menerapkan Definisi dan konsep Awal
biasanya
berbentuk “coretan-coretan” dan sketsa
3) Production plan (Perencanaan Produksi )
Pengembangan dari Design kedalam Naskah, Storyline, Sinopsis,
Storyboard, dll
4) Documentation (Pemberkasan)
Pembuatan Proposal Naskah / pengarsipan (berisi : tujuan
pembuatan produk, target pengamat/pasar, Perencanaan Produksi, Property yang
dibutuhkan, Penghitungan Anggaran dll )
5) Assemble team
Pembentukan Tim Ahli dan Property yang tertulis dalam
Documentation
Misal : Cameramen, Fotografer, Animator, Talent, dll)
6) Building prototype
Membangun prototipe (contoh awal produk sebelum diproduksi)
7) Clear right
Penyelesaian dalam hal yang berhubungan dengan per
undang-undangan (eg: Ijin Produksi, Pendaftaran Paten/HAKI, dll)
8) Client sign-off and funding
Persetujuan dengan Klien/Pemesan beserta Pendanaan.
B. PRODUCTION
1) Content creation (Pembuatan Konten ) : Pembuatan
konten sesuai design
Eg: take
gambar, pembuatan stok shot animasi, dll
2) Content processing (Pemrosesan konten) : Pemrosesan konten yg
telah diambil secara analog (non computerized)
Eg : setting
tempat, organisasi property/ perlengkapan take gambar
3) Software creation ( pembuatan (proses) konten melalui
Software(komputer) )
Eg ; Editing,
visual FX
4) Integration of content and software (Penggabungan seluruh konten dengan diproses
dalam software finishing )
Eg : hasil dubbing audio, VFX, ANimasi di render akhir
untuk di burning dalam bentuk DVD
5) Revise design (Revisi / Peninjauan ulang berdasar pada
Perancangan )
dari hasil
tahap ke 4 di tinjau ulang dan di analisa ( belum di buat masal)
6) Freeze design ( Penyatuan seluruh project yang telah sesuai
dengan design )
Apabila hasil
analisa dan telah direvisi di satukan menjadi sebuah product “jadi” untuk
ditunjukkan terhadap klien
7) Revise content and software according
to final design
( Revisi/Peninjauan Ulang Konten & software di cocokkan dengan
Perancangan Akhir (final Design)
8) Build Alpha version ( membangun versi Alfa
Pembuatan contoh
awal produk yang dibuat untuk kalangan tertentu
9) First testing ( Uji Coba Produk )
10) Evaluation ( Evaluasi produk )
11) Revise software and content based on
evaluation ( Revisi/Peninjauan
Ulang Produk berdasar hasil Evaluasi )
12) Build Beta version ( membangun versi Beta )
Pada tahap ini
produk di buat dgn jumlah lebih banyak tetapi didistribusikan untuk kalangan
tertentu untuk di coba sebelum di
distribusikan secara umum)
C. POST PRODUCTION
1) Beta testing (Uji cob Produk Beta oleh
kalangan tertentu
2) Evaluation (Evaluasi )
3) Revise software and content (Peninjauan ulang produk )
4) Release Golden Master ( Peluncuran Produk secara Masal untuk Umum )
5) Archive all production material ( peng Arsip an semua Materi /bahan mentah dari proses Produksi )
Proses produksi adalah proses pelaksanaan produksi (syuting) yang
mengacu pada persiapan yang dihasilkandari proses pra produksi. Ada
beberapa pihak yang terkait dalam proses produksi, antara lain :
1) Produser
Bertanggung jawab atas seluruh produksi, dari mulai perencanaan,
penulisan naskah, produksi final dan editing. Juga bertanggung jawab atas
anggaran, biaya produksi dan mengorganisir segala hal, termasuk
operasional produksi dan team. Untuk itu produser perlu dibantu oleh
sejumlah asisten produser.
2) Sutradara
Bertanggung jawab atas hasil audio dan visual yang diciptakan,
mengarahkan pemain, mengkoordinir seluruh crew baik yang berada di
control room maupun di studio floor. Sutradara juga harus memperhatikan
beberapa monitor sekaligus, baik monitor kamera dari sumber video yang
lain (VTR), dan memilih shot-shot yang akan direkam (on air)
3) Asisten sutradara
Membantu sutradara dengan menyiapkan pemain, peralatan dan bahan
yang digunakan, juga mengarahkan anggota team produksi lainnya
4) Asisten produksi
Bertanggung jawab membantu produser, sutradara dan crew yang lain.
Biasanya bekerja di control room dengan macam-macam catatan, membuat
perubahan-perubahan yang perlu pada naskah, membagikan naskah pada
crew, menyiapkan bahan pendukung produksi. Juga sering bekerja di studio
floor, membisikkan pada pemain dialog yang harus diucapkan apabila lupa.
5) Direktur teknis
Bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan menyetel semua peralatan
yang akan digunakan, agar bisa sinkron. Bertugas mengawasi crew teknis
dan peralatan teknis lainnya. Sering bertindak sebagai switcher yang
mengoperasikan video mixer.
6) Teknisi audio
Bertanggung jawab pada bagian audio, dengan menghadapi peralatan
mixing, audio mixer dan bermacam-macam sumber audio (microphone, tape,
recorder). Mengatur balance suara dari berbagai sumber, juga mengatur
penempatan mikrofon.
7) Direktur tata cahaya
Bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan tata cahaya,
mengatur penempatan sumber cahaya, mengarahkannya sehingga
memperoleh efek yang diinginkan.
8) Direktur seni
Bertanggung jawab merencanakan setting dekorasi, mengawasi konstruksi
set, penataan grafis dan sebagainya.
9) Juru kamera
Bertugas mempersiapkan, mengatur kamera dan mengoperasikannya,
sehingga memperoleh gambar dengan komposisi yang baik.
10) Operator video tape
Bertanggung jawab atas kualitas teknik hasil rekaman pada VCR (Video
cassete recorder), sekaligus mengoperasikannya.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat syuting dalam proses produksi, yaitu :
1. Angle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari
viewfinder padasebuah kamera film/video. Dimana pemilihan angel sangat
berperan penting dalammenciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita
dalam membuat adegan sesuai dengan
script/naskah.
2. Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset
pencahayaan yangmemadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar
matahari) pada shotingexterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar
lampu pada shoting interior/dalamruang.
3. Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran dan kedalaman
ruang, perspektif dan mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai
dengan tuntutan script/naskah.
4. Log/Catatan Syuting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap
gambar peradeganyang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan
keterangan koordinat waktu(timecode) pada kaset yang digunakan. Proses
ini akan sangat membantu mempercepatproses pengeditan gambar.
1) Produser
Bertanggung jawab atas seluruh produksi, dari mulai perencanaan,
penulisan naskah, produksi final dan editing. Juga bertanggung jawab atas
anggaran, biaya produksi dan mengorganisir segala hal, termasuk
operasional produksi dan team. Untuk itu produser perlu dibantu oleh
sejumlah asisten produser.
2) Sutradara
Bertanggung jawab atas hasil audio dan visual yang diciptakan,
mengarahkan pemain, mengkoordinir seluruh crew baik yang berada di
control room maupun di studio floor. Sutradara juga harus memperhatikan
beberapa monitor sekaligus, baik monitor kamera dari sumber video yang
lain (VTR), dan memilih shot-shot yang akan direkam (on air)
3) Asisten sutradara
Membantu sutradara dengan menyiapkan pemain, peralatan dan bahan
yang digunakan, juga mengarahkan anggota team produksi lainnya
4) Asisten produksi
Bertanggung jawab membantu produser, sutradara dan crew yang lain.
Biasanya bekerja di control room dengan macam-macam catatan, membuat
perubahan-perubahan yang perlu pada naskah, membagikan naskah pada
crew, menyiapkan bahan pendukung produksi. Juga sering bekerja di studio
floor, membisikkan pada pemain dialog yang harus diucapkan apabila lupa.
5) Direktur teknis
Bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan menyetel semua peralatan
yang akan digunakan, agar bisa sinkron. Bertugas mengawasi crew teknis
dan peralatan teknis lainnya. Sering bertindak sebagai switcher yang
mengoperasikan video mixer.
6) Teknisi audio
Bertanggung jawab pada bagian audio, dengan menghadapi peralatan
mixing, audio mixer dan bermacam-macam sumber audio (microphone, tape,
recorder). Mengatur balance suara dari berbagai sumber, juga mengatur
penempatan mikrofon.
7) Direktur tata cahaya
Bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan tata cahaya,
mengatur penempatan sumber cahaya, mengarahkannya sehingga
memperoleh efek yang diinginkan.
8) Direktur seni
Bertanggung jawab merencanakan setting dekorasi, mengawasi konstruksi
set, penataan grafis dan sebagainya.
9) Juru kamera
Bertugas mempersiapkan, mengatur kamera dan mengoperasikannya,
sehingga memperoleh gambar dengan komposisi yang baik.
10) Operator video tape
Bertanggung jawab atas kualitas teknik hasil rekaman pada VCR (Video
cassete recorder), sekaligus mengoperasikannya.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat syuting dalam proses produksi, yaitu :
1. Angle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari
viewfinder padasebuah kamera film/video. Dimana pemilihan angel sangat
berperan penting dalammenciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita
dalam membuat adegan sesuai dengan
script/naskah.
2. Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset
pencahayaan yangmemadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar
matahari) pada shotingexterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar
lampu pada shoting interior/dalamruang.
3. Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran dan kedalaman
ruang, perspektif dan mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai
dengan tuntutan script/naskah.
4. Log/Catatan Syuting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap
gambar peradeganyang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan
keterangan koordinat waktu(timecode) pada kaset yang digunakan. Proses
ini akan sangat membantu mempercepatproses pengeditan gambar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar