Minggu, 27 Juni 2021

MENGULIK SINETRON VIRAL INDONESIA KEDALAM MAKALAH CALL FOR PAPER

         Pada 17 Mei 2021 yang lalu, Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A yang merupakan salah satu dosen STISIPOL Candradimuka memberikan Quiz 2 kepada Mahasiswa program studi Ilmu komunikasi semester VI berupa pembuatan makalah call for papper yang harus melalui proses pengajuan judul terlebih dahulu. Ada total empat judul yang diajukan, untuk kemudian dipilih salah satunya. Judul yang dibuat harus disesuaikan dengan salah satu Metode penelitian komunikasi kualitatif. Yaitu Strategi Komunikasi, Studi Fenomenologis, Studi Analisis Wacana, dan Studi Semiotika. Dari keempat judul yang saya ajukan, sebenarnya saya lebih tertarik untuk mengulik tentang suatu fenomena yang sedang digandrungi saat ini mengenai sinetron viral Indonesia yang berjudul "Ikatan Cinta". Dan benar saja, Bu Nita, Panggilan akrab mahasiswa terhadapnya mengumumkan bahwa judul yang dipilih untuk makalah call for papper saya adalah yang berjudul Analisis Fenomenologi Perilaku Komunikasi Penggemar Sinetron Ikatan Cinta Terhadap Mahasiswa STISIPOL Candradimuka Palembang.




          I'm so excited! Betapa tidak, karena sinetron ini menduduki peringkat nomor 1 dengan penonton terbanyak sepanjang sejarah persinetronan indonesia. Dibuktikan dengan penghargaan dari Rekor MURI sebagai sinetron tayangan prime time dengan Audience Share tertinggi diatas 40% berturut-turut selama 100 hari. Sering disebut-sebut sebagai Drakor (drama korea) nya indonesia, sinetron ini pun sama hal nya seperti drakor kebanyakan yang mampu membuat para penonton terhanyut pada alur cerita dan para tokoh nya. Arya saloka dan Amanda manopo merupakan pemeran utama dalam sinetron tersebut yang terlihat menjalin chemistri sehingga peran mereka terasa nyata. Hal inilah yang memicu terbentuknya kelompok penggemar sinetron ikatan cinta. Namun, kelompok penggemar ini terbagi lagi menjadi dua golongan. Golongan penggemar positif dan penggemar negatif, atau disebut Toxic Fans. Dalam Makalah yang saya buat tersebut, dijabarkan bagaimana tindakan penggemar negatif yang merugikan tokoh-tokoh dalam sinetron tersebut. Dengan analisis fenomenologi, saya juga melihat toxic fans tersebut dari sudut pandang psikologi. 




           Tugas Makalah call for papper ini dikumpul paling lambat tanggal 29 Mei 2021 pukul 22.00 dan tidak boleh lewat dari waktu yang ditentukan tersebut jika tidak ingin mendapat nilai E dari Bu Nita. 
Sebenarnya saya sempat mengalami kesulitan saat ingin melakukan wawancara tehadap teman-teman saya sesama Mahasiswa Stisipol, dikarenakan keadaan pandemi saat ini yang mengharuskan kita untuk berada dirumah dan jangan keluar demi menekan angka penyebaran kasus Covid 19. Namun, dengan sedikit memaksa akhirnya teman saya yang akan saya jadikan narasumber, mau diajak bertemu di kampus. Proses wawancara sudah saya siapkan dari rumah sebelumnya, sehingga ketika kami bertemu, tidak ada kendala atau memakan waktu yang lama. Saya juga memanfaatkan waktu saya ketika berada di kampus, dengan mencari referensi di Perpustakaan. Saya juga membuat kartu perpustakaan untuk memudahkan saya jika ingin meminjam buku-bukunya. Sepulangnya saya kerumah, saya selalu menyempatkan waktu untuk menonton sinetron tersebut yang tayang di stasiun TV RCTI agar saya juga dapat merasakan euforia saat menontonnya. 




          Studi fenomenologi yang saya pakai dalam pembuatan makalah tersebut adalah salah satu metode penelitian komunikasi kualitatif yang artinya metode yang menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah akan berbeda dengan sifat masalah lainnya. Sedangkan studi fenomenologi itu sendiri merupakan sudut pandang yang fokus terhadap pengalaman-pengalaman individu dan interpretasi dunia. fenomenologi juga dimaknai sebagai metode dalam mencari makna-makna psikologis yang membentuk gejala melalui investigasi dan analisis contoh-cpntoh gejala yang dialami oleh partisipan.